Searching...
Kamis, 15 Agustus 2013

Puluhan Warga Meupayeh Usai Santap Bu Leumak Meunasah

Sumber : Prohaba.co


Rabu, 14 Agustus 2013 10:25 WIB
 
140813_5.jpg
PROHABA/M NAZAR
Warga Gampong Teumpen, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, Selasa (13/8) dirawat di Puskesmas Kembang Tanjong akibat keracunan setelah makan nasi lemak (nasi kuning-red) yang dimasak di meunasah gampong setempat. Sebanyak 29 warga Gampong Teumpen mengalami keracunan.
*  12 Dirawat di Rumah Sakit
SIGLI - Acara halal bi halal yang diwarnai dengan khanduri bu leumak (nasi lemak) di Meunasah Gampong Teumpen, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, Senin (12/8) sekira pukul 17.00 WIB, berbuah petaka. Puluhan warga yang ikut menyantap khanduri bu leumak itu, meupayeh (bertumbangan), sejenak acara makan bersama itu.

Sedikitnya 29 orang warga desa bertumbangan dan dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit. Hingga berita ini diturunkan, 12 orang masih dirawat intensif di RSU Sigli dan Puskesmas Kembang Tanjong. Para korban ditengarai mengalami keracunan, paska menyantap nasi lemak atau kadang sering disebut dengan nasi uduk itu.

Data dari Puskesmas Kembang Tanjong, sebanyak 29 warga mengalami keracunan. Enam dirawat inap di Rumah Sakit Umum (RSU) Sigli, enam  di Puskesmas Kembang Tanjong dan sisanya rawat jalan. Korban yang dirawat di RSU Sigli adalah Faisal Safari (29), Nurliyanti (28), Hayatun Nufus (14), Muzakir (12), Suryani (30) T Asmalian (10). Adapun yang dirawat di Puskesmas Kembang Tanjong masing-masing bernama Suriyani (30) Safrina (30) Wahidin (17), M Saputra (17), Mirza Afrianza (19) dan Nanda (22) warga Gampong Jurong Balee. “Jumlah warga Teumpen yang diboyong ke puskesmas karena keracunan makan nasi lemak 29 orang. Rincian 8 anak-anak, 9 perempuan  12 pria, 6 orang dirawat inap di Puskesmas Kembang Tanjong dan 6 orang dirujuk di RSU Sigli,” kata Kepala Puskesmas Kembang Tanjong, dr Masyitah, Selasa (13/8).

Ia menjelaskan, dari 29 warga yang dibawa ke Puskesmas, hanya 12 orang yang hingga kini masih dirawat di puskesmas dan RSU Sigli. “Korban masih sangat lemah setelah muntah-muntah dan mencret. Bahkan, ada korban yang masih sakit perut,” katanya.

Kaur Gampong Teumpen, Muhammad Abakar (45) kemarin, mengatakan, nasi lemak yang dimasak pada hari raya merupakan tradisi setiap tahun dilaksanakan warga. Tapi, pada hari raya ini warga kembali memasak nasi lemak, dengan jumlah beras 40 kg ditambah 40 butir kelapa, jahe dan serai.

Kecuali itu, kata Muhammad, juga diperkaya dengan kerupuk, ikan teri, telur, udang, ikan asing dan kacang tanah. “Bumbu kita buat sendiri,” katanya.

Setelah nasi lemak masak, kata Muhammad, awalnya disantap kaum muda yang hadir lebih dahulu di meunasah. Kemudian, nasi lemak dibungkus diantar ke rumah warga. “Jadi semua warga Gampong Teupen makan nasi lemak tersebut,” kata Muhammad.             

Keracunan terhadap warga, kata Muhammad, terjadi beberapa jam usai khanduri. “Ada yang  sakit perut pada malam dan pagi hari. Ada juga warga tidak keracunan, kendati menyantap nasi lemak tersebut,” katanya.

Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIK, melalui Waka Polres Kompol Dirharto SIK, kepada Serambi, Selasa (13/8) mengatakan, sesuai data yang diterima polisi jumlah warga yang mengalami keracunan 23 orang dan 12 masih dirawat di rumah sakit. “Kasus keracunan warga Kembang Tanjong masih dalam penyilidikan polisi,” demikian Waka Polres Pidie