Searching...
Sabtu, 24 Agustus 2013

Foto Sejarah Aceh Era Konflik Antara GAM dan RI

Sumber : nurkeimanan

http://2.bp.blogspot.com/-YUVfY3Xjp3U/UY_UHgj1NxI/AAAAAAAABUk/tDdbx7oc8aM/s1600/genoside+sejarah+aceh.jpg

gam latihan Nanggroe Aceh -
Pemberontakan di Aceh
dikobarkan oleh Gerakan Aceh
Merdeka (GAM) untuk
memperoleh kemerdekaan dari
Indonesia antara tahun 1976
hingga tahun 2005. Sejarah
Aceh mencatat hujan peluru di
Aceh mulai deras menerpa Aceh
ketika presiden Megawati
mengesahkan Operasi Militer
yang dilakukan TNI dan Polri
pada tahun 2003 sampai 2004,
beserta kehancuran yang
disebabkan oleh gempa bumi
Samudra Hindia 2004
menyebabkan diadakannya
persetujuan perdamaian dan
berakhirnya pemberontakan.
Amnesty International merilis
laporan Time To Face The Past
pada April 2013 setelah
pemerintah Indonesia dianggap
gagal menjalankan kewajibannya
sesuai perjanjian damai 2005.
Laporan tersebut
memperingatkan bahwa
kekerasan baru akan terjadi jika
masalah ini tidak diselesaikan.
Inilah foto sejarah Aceh era
konflik antara GAM dan RI:
sejarah+aceh
Ini adalah foto pasukan khusus
atau pasukan elit Gerakan Aceh
Merdeka yang sedang
melakukan latihan di hutan Aceh
lengkap dengan seragam dan
baret serta senjata tempur jenis
AK dan lainnya.
gam latihan
Foto ini diambil ketika pasukan
GAM melaukan latihan di pesisir
Aceh lengkap dengan senjata
tempur yang beragam jenis. Jiwa
patriotisme mereka dalam
memperjuangkan harkat dan
martabat bangsanya tidak akan
pernah luntur hingga nyawa
menjemput.
Female Members of the Free Aceh Movement
Tidak hanya para lelaki saja yang
berjuang pasukan wanita pun
ikut mengisi sejarah Aceh dengan
nama pasukan Inong Balee.
Pasukan wanita ini berani
bertempur karena jiwa mereka
yang tidak rela anak dan suami
atau ibu ayah mereka dibantai
begitu ganas oleh pasukan TNI/
Polri yang melakukan
penindasan di Aceh.
Abdullah Syafii
Ini adalah foto Panglima GAM
Abdullah Syafi`i sebelum
meninggal dalam penyerbuan
pasukan Raider di pedalaman
Aceh gampong Sukon Cubo,
Pidie Jaya pada tanggal 24 bulan
Januari 2002.
TNI VS GAM
Ini adalah foto pasukan TNI
yang sedang bersiaga di salah
satu ruas jalan di Aceh untuk
mengantisipasi serangan pasukan
GAM.
Tni konflik
Dalam foto ini tampak
perempuan Aceh berada
dibawah todongan senjata
pasukan TNI dan menunggu
dengan cemas terhadap nasib
keluarganya.
brimob+vs+gam+sejarah+aceh
Pasukan Polri yang sedang
bersiap-siap melakukan
penyisiran ke wilayah Aceh yang
akan dijadikan tempat introgasi.
pasukan inongbalee 1
Tampak dalam foto ini seorang
anggota pasukan Inong Balee
yang merupakan bagian dari
pasukan tempur wanita Gerakan
Aceh Merdeka (GAM) berada
dalam hutan Aceh.
di ikat Dalam foto ini tampak seorang
ibu dengan tangan terikat
sedang menatap mayat-mayat
yang tergeletak kaku didepannya
dan dikelilingi oleh pasukan TNI
yang bersenjata lengkap.
psukan GAM
Perang Aceh antara pasukan
GAM dan RI yang berada disalah
satu lokasi di Aceh. Tampak
dalam foto ini tidak hanya anak
muda saja yang menjadi bagian
dari perang ini tapi juga
teungku-teungku di Aceh yang
ikut berjuang.
INDONESIAN SOLDIERS FIRE WARNING SHOTS DURING UNREST IN ACEH
Ini adalah tragedi simpang
KKA yang menyebabkan
puluhan masyarakat Aceh
meninggal dibawah terjangan
peluru pasukan TNI yang
menembak secara membabi buta
kearah masyarakat Aceh Utara
yang melakukan demo.
pohon
Dalam foto sejarah Aceh era
konflik antara GAM dan RI ini
tampak seorang pria meninggal
secara mengenaskan dengan
tangan terikat dan kepala
digantung dibatang pohon
pinang.
kuburan+massal+sejarah+aceh
Kuburan massal korban perang
konflik Aceh, dalam catatan
sejarah Aceh banyak ditemukan
kuburan massal di Aceh pasca
konflik dan ketika konflik
berlangsung.
tsunami+aceh+sejarah+aceh
Tsunami Aceh pada 2004 silam
yang menghempas Aceh ikut
mengubur cita-cita masyarakat
Aceh untuk merdeka. Setelah
musibah tsunami ini pihak GAM
dan RI berdamai di Helsinki
Finlandia dan menghasilkan
MoU sebagai nota kesepahaman
antara GAM dan RI.
Foto-foto sejarah Aceh era
konflik antara GAM dan RI
dipublish bukan untuk
membangkitkan kembali
keinginan masa silam tapi
sebagai bentuk rasa syukur atas
perdamaian Aceh yang sedang
dirasakan oleh seluruh
masyarakat Aceh.