Searching...
Senin, 29 Juli 2013

Israel temukan istana Nabi Daud?

Sumber : AtjehPost

Kedua arkelog mengidentifikasi satu struktur sebagai Istana Nabi Daud, dan satu lainnya adalah sebuah gudang besar milik istana.
Reruntuhan yang diduga istana Nabi Daud. @viva.co.id
ARKEOLOG asal Hebrew University, Yerusalem, Israel mengklaim telah menemukan dua bangunan besar yang pernah ditinggali oleh seorang raja. Ya, itu merupakan istana dari Raja atau Nabi Daud, seperti yang dikisahkan di sejumlah kitab suci, seperti Al-Qur'an dan Alkitab.
Penemuan itu telah melalui proses yang panjang. Hampir setahun arkeolog menggali sebuah situs yang diyakini sebagai Benteng Kota Yudea di Shaarayim, yaitu sebuah tempat di mana Nabi Daud mengalahkan Goliat.
"Reruntuhan ini adalah contoh terbaik dari sebuah benteng yang dimiliki oleh Nabi Daud," kata Yossi Garfinkel, Profesor di Hebrew University, dilansir Fox News, 24 Juli 2013.
Sementara menurut Saar Ganor, pemimpin penggalian, itu adalah sebuah bukti yang tak terbantahkan dari keberadaan otoritas Yehuda di masa Nabi Daud.
Seperti yang disebutkan Alkitab, Shaarayim, merupakan sebuah kota modern bernama Khirbet Qeiyafa.
Kedua arkelog mengidentifikasi satu struktur sebagai Istana Nabi Daud, dan satu lainnya adalah sebuah gudang besar milik istana. Kedua bagunan itu merupakan yang terbesar di Yerusalem pada abad ke-10 sebelum Masehi.
"Bagian yang diklaim sebagai gudang memiliki luas sekitar 1.000 meter, yang letaknya di bagian atas kota. Sementara istana mempunyai luas sekitar 30 meter," kata Garfinkel.
"Dugaan bahwa bangunan itu adalah istana diperkuat dengan ditemukannya berbagai instalasi, seperti industri logam, tembikar, dan fragmen-fragmen lainnya, yang diimpor dari Mesir," tambah Garfinkel.
Israel Antiquities Authority (IAA) juga menyatakan, penemuan situs baru itu dapat dikaitkan dengan waktu pemerintahan Nabi Daud.
"Ini adalah satu-satunya situs yang ditemukan bersama bahan-bahan organik, seperti biji zaitun," kata Yoli Schwartz, Juru Bicara IAA.
Tidak dipercaya
Meskipun temuan ini sangat mengejutkan, tapi beberapa sejarawan menyatakan ketidaksetujuannya. Para sejarawan mengatakan, istana itu tidak pernah ada. Apabila memang ada, ukurannya tidak akan sebesar Yerusalem.
Seorang kritikus sejarah dari Universitas Bar Ilan, Israel, Prof Aren Meir, juga mengakui penemuan situs ini merupakan hal yang sangat penting, tapi para arkeolog terlalu mengandalkan Alkitab sebagai sumber buktinya.
"Apakah ada alasan lain untuk meyakinkan bahwa itu benar-benar kerjaan Daud dan Salomo? Bagi saya istana itu terlalu besar dan megah," ujar Meir.[]