Searching...
Kamis, 13 Juni 2013

AFKARUL MUFID, SENIMAN BEATBOX DARI ACEH

PERNAH dengar musik-musik ritmis yang berasal dari gerakan bibir, lidah, atau rongga ucap lainnya? Ya, itu namanya musik beatbox.

Di Aceh perkembangan seni beatbox sudah begitu berkembang, di acara-acara tertentu sering kita temui penampilan para beatboxer, istilah untuk seniman beatbox. Banyak para beatboxer Aceh yang sudah menunjukkan prestasi mereka, baik tingkat lokal maupun nasional.

Salah satu seniman beatbox yang perlu diapresiasi adalah Afkarul Mufid, anak muda kelahiran Samadua, Aceh Selatan. Belajar beatbox secara otodidak, Mufid sudah berhasil menunjukkan prestasinya di bidang itu. Bagi anak muda kelahiran 15 Januari 1992 ini beatbox adalah seni yang unik dan praktis.

Untuk bermusik tidak diperlukan alat khusus, bisa di mana saja dan kapan saja asalkan bisa mengasah kreatifitas. “Beatbox tidak perlu teknologi mahal seperti sebuah studio rekaman, penulis lagu, komposisi vokal atau manajer, semua orang bisa melakukan tidak peduli apakah anda orang kaya atau miskin, yang anda butuhkan adalah bakat, keberanian, rasa bermusik, ketekunan, kreativitas dan banyak motivasi diri,” ujarnya Minggu kemarin, 10 Maret 2013.

Afka begitu panggilan akrabnya mulai berkenalan dengan beatbox pada tahun 2009. Saat itu ia melihat seorang talent sedang perform di televisi. Awalnya ia tidak mengerti bagaimana suara beatbox bisa dihasilkan sempurna seperti yang ia dengar. Suatu hari ia mengetahui basic beatbox pertama kali setelah teman sekolahnya di SMA Labschool Unsyiah memperlihatkan tutorialnya. “Melihat video itu saya baru tahu kalau beatbox itu punya tehnik tertentu dalam menirukan jenis-jenis suara seberti membuat jenis dasar beat, yang selama ini saya tidak tahu, saat pertama kali saya melihat video itu saya sangat kagum dan sangat ingin belajar beatbox, namun saya sempat putus asa, saya kira sepertinya mustahil karena juga lingkungan yang tidak medukung, dan jadwal sekolah sangat padat saat itu,” ujarnya. Tahun 2010 di akhir-akhir masa sekolahnya ia mulai mencoba menekuni beatbox. Saat senggang di sekolah ia berlatih dan belajar dengan teman-temannya.

Saat tamat sekolah ia memberanikan diri menampilkan beatbox di acara perpisahan sekolah. Di luar dugaannya penampilannya mendapat sambutan dari teman-teman dan gurunya. “Mulai saat itu saya dan kawan saya Milzam terus tekun berlatih dan sering mencari informasi tentang beatbox dari mana saja, dalam kurun waktu 3 bulan tiba pada waktunya saya dan Milzam tampil pada penampilan perdana, sangat gugup dan minder karena tidak pernah sama sekali tampil di publik,” ujarnya sambil tertawa. Pada 1 Juni 2010 ia bersama temannya Habib dan Milzam lantas membentu komunitas beatbox yang diberinama Aceh Beatbox Community atau ABC.

Komunitas yang kini membesarkan nama mereka. Kini ABC juga tergabung dalam komunitas Hip Hop Aceh yang pertama dan terbesar yaitu HipHop Nad Syndicate (HNS).

Sejak terbentuk hingga sekarang, mereka sudah menjuarai beberapa event besar seperti Juara I Gudang Garam Beatbox Battle Aceh 2012, Juara I Beatbox Competition Unsyiah Fair 8 Aceh 2012, Juara I Acapella Wings Food Banda Aceh 2012 dan Juara 3 Beatbox Online seluruh Indonesia pada tahun 2012 lalu.

Saat itu Mufid berhasil mengalahkan puluhan peserta lainnya dari seluruh Indonesia. “Saat ini saya terus berlatih dan aktif perform mengisi berbagai acara pada event– event yang ada di Aceh, anggota dari komunitas saya pun bertambah dari 3 sampai 6 orang dan sekarang menjadi 13 orang member aktif dan terus berperan dalam menyebarkan pengetahuan seni beatbox ini, dengan usaha membuat event, workshop, gathering, beatbox battle, dan beatbox jam walaupun masih skala Banda Aceh.

Bersama bantuan teman-teman dengan harapan agar beatbox di Aceh semakin besar dan maju,” ujar Afka tentang harapannya. Baginya hidup harus kreatif dan kepada pemuda-pemuda Aceh harus menjauhi narkoba. “Pesan saya untuk teman-teman semua, teruslah berkreatifitas, jauhi narkoba, dan melakukan kegiatan positif, mungkin bisa membantu mengisi waktu luang dan menambah teman,” katanya.